Cerita Sukses Latifah Kulsum Angkatan 20015

Assalamualaikum,

Nama saya Latifah Kulsum. Nim saya m2A605040 dari angkatan 2005. Insya Allah saat ini sedang belajar menjadi ibu rumah tangga yang sholeha dan merupakan owner dari OSANA. OSANA sendiri adalah sebuah toko yang menjual produk berupa cemilan sehat homemade non msg dan bahan pengawet.
Osana berdiri pada tahun 2014, berawal dari hobi saya yaitu memasak, lalu kedua orang tua saya menderita kanker, suami saya yang kurang suka membeli makanan diluar dan anak pertama saya yang mulai mengerti arti jajan. Seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah menu di OSANA terus bertambah dan sebagian besar adalah buatan saya sendiri. Saya juga sangat bersyukur atas perkembangan OSANA, dimana saat ini saya sudah memiliki 3 pegawai dan beberapa reseller dan saat ini sedang dalam proses pembuatan PIRT.
Menu yang ditawarkan di OSANA adalah petis cireng, , chiken nuget potato, nuget tahu, chiezkek, risoles coklat, brownis durian, brownis coklat, bolu pisang, srikaya durian, kaldu ayam cair homemade dan saya juga menerima kue kotak untuk acara-acara kantor. Dahulu saya beberapakali mengalami kegagalan saat trial and error, seperti 10kg aci yang terbuang, 20 bungkus cireng yang harus dibuang akibat pemadaman listrik sehingga pendingin tidak berfungsi, bolu yang keras dan sebagainya. Namun niat saya untuk belajar tidak pernah berhenti karena hal-hal tersebut sehingga Alhamdulillah saya mulai mendapat pelangan setia dan terus memberikan masukan terhadap kekurangan dari OSANA.
Saat kuliah dulu saya kurang menyukai mata kuliah industri dan ternyata buku-buku nya justru saya pakai dan dapat diterapkan saat ini. Banyak sekali manfaat yang didapatkan, seperti bagaimana agar pegawai saya bisa tetap setia kepada saya dan memiliki komitmen, bagaimana cara memotivasi pegawai, menghadapi cust yang super cerewet dengan permintaan yang cukup banyak, menarik perhatian konsumen dan ternyata tidak sia-sia saya menuntut ilmu di psikologi karena semua ilmu tersebut dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang jelas sampai detik ini, factor terbesar yang mendukung usaha saya ini adalah alm. Orang tua saya serta suami tercinta.
Selanjunya hal yang paling dibutuhkan adik-adik dalam menghadapi persaingan dunia adalah skill, kreativitas dan kepercayaan diri. Sebab tanpa ketiga hal tersebut kita tidak akan mampu bersaing. Kemudian harapan bagi kampus dari saya adalah agar kampus lebih mampu menekankan hal-hal terkait skill, kreativitas dan kepercayaan diri. Sebab ketika nasib berkata lain dan kita harus benar-benar memulai dari nol seperti saya kita sudah lebih siap dalam menghadapi kondisi yang ada.
Dan yang terakhir maaf bu sebenarnya saya salah masuk group, saya bukan berasal dari Jabodetabek tetapi dari Lampung. Namun saya senang senang dapat masuk group ini, karena rekan-rekan, kakak tingkat bahkan adik tingkat dapat terus menjadi motivasi bagi saya untuk terus memperbaiki diri dan menjadi lebih baik.
Terima kasih banyak bu sudah memberi saya kesempatan untuk menyampaikan hal-hal yang ada di benak saya.

Wassalamualaikum