Pusat Pemberdayaan Keluarga (PPK)

VISI PPK
Menjadi pusat riset dan intervensi yang berorientasi pada pemberdayaan keluarga dan komunitas sebagai upaya meningkatkan kualitas keluarga Indonesia.
Visi tersebut tersirat dalam slogan semangat PPK: “BETTER FAMILY, BETTER COMMUNITY”

MISI PPK
Melakukan riset-riset yang terkait dengan usaha-usaha promotif dan preventif sebagai upaya meningkatkan kualitas keluarga Indonesia.
Meningkatkan partisipasi dan peran serta berbagai pihak dalam menyelenggarakan program bantuan psikologis dan kajian ilmiah yang terkait.
Membantu masyarakat dalam memberikan alternatif solusi permasalahan sosial masyarakat berbentuk model intervensi pemberdayaan keluarga.

TUJUAN PPK
Membentuk wadah bagi berbagai upaya pemberdayaan keluarga Indonesia.
Menjadi sumber informasi bagi penanganan masalah- masalah yang terkait dengan keluarga di Indonesia.
Memberi peluang civitas akademika Undip, khususnya Fakultas Psikologi untuk mengembangkan diri dalam hal model intervensi pemberdayaan keluarga dan menyelenggarakan kajian ilmiah yang terkait dengan keluarga Indonesia sebagai upaya meningkatkan kualitas keluarga Indonesia.

KELUARGA
Unit terkecil di masyarakat, yang memiliki tempat di hati setiap insan. Berawal dari keluargalah kehidupan manusia dimulai, dari sanalah semua bekal dunia dan akhirat didapati.
Keluarga adalah harapan dan tumpuan setiap insan untuk melepas letih, menemukan ketenangan, dan menjadi pusat pertumbuhan diri. Keluarga merupakan sumber kesejahteraan sekaligus sumber bekembangannya masalah-masalah individual maupun kelompok
Keluarga yang berdaya adalah keluarga yang mampu bertumbuh bersama, memahami permasalahan yang ada, serta menjadi tempat yang bijak untuk belajar dan menyembuhkan generasi bangsa.

PPK merupakan pusat studi yang secara profesional bergerak di bidang pemberdayaan keluarga melalui riset-riset keluarga Indonesia, pengembangan program psikoedukasi dan intervensi pemberdayaan keluarga, serta program pengabdian dan pembinaan pada kelompok masyarakat.
“Keluarga itu papa, mama, aku dan adikku, orang-orang yang kusayang.”
(seorang anak, 6 tahun)
“Keluarga suatu lingkungan kecil dalam suatu masyarakat dimana tempat kita mempelajari tentang kehidupan yang pertama dan paling dasar. Bagi saya keluarga merupakan tempat untuk belajar bersosialisasi, selain itu juga merupakan tempat lita untuk saling membagi kasih sayang, saling berbagi, saling belajar menghargai dan menghormati. Pada intinya keluarga merupakan tempat paling menyenangkan.”
(seorang anak, 20 tahun)
“Tempat berdiskusi anggota-anggotanya, tempat bekerja sama, untuk berkelangsungan suatu bangsa”
(seorang ayah, 48 tahun)
“Keluarga adalah bagian dari hidup, center of my life. Bersama kelurga akan saya temukan makna hidup yang jadi lebih berarti. Bersama mereka saya dapat tumbuh berkembang untuk jadi lebih baik.”
(seorang ibu, 36 tahun)
“keluarga adalah tempat bagi saya untuk berkembang. Keluarga adalah tempat belajar pertama bagi saya. Keluarga adalah terpat berbagi dan melepas penat.”
(freelancer, 33 tahun)

PPK hadir untuk memahami keluarga Indonesia, potensi problematika dalam keluarga, nilai-nilai kearifan lokal pada keluarga yang dapat dikembangkan dan harapan orangtua dan anak di Indonesia. Sehingga dapat mengidentifikasi permasalahan masyarakat Indonesia dan sekaligus menemukan potensi-potensi keluarga Indonesia dalam menghadapi tantangan jaman.
PPK juga memberikan alternatif solusi bagi permasalahan psikologis dan kesehatan bangsa Indonesia, yang diformulasikan dari kearifan lokal bangsa dengan melalui pendekatan pemberdayaan keluarga.
PPK merupakan salah satu Pusat Studi di Indonesia yang merintis kajian mengenai keluarga, melakukan psikoedukasi, dan menyediakan program-program pemberdayaan keluarga yang dapat menjangkau anggota masyarakat dan keluarga Indonesia dalam berbagai setting dan kelompok.
PPK memiliki harapan untuk menjadi sumber informasi, data, dan pengembangan program untuk melakukan psikoedukasi, intervensi, dan pengabdian berbasis keluarga pada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas keluarga Indonesia dan generasi penerus bangsa.
PPK bekerja sama dan menguatkan mitra kerja yang mengedepankan pada kearifan lokal, pengembangan model- model intervensi, dan pemberdayaan keluarga.

Tahun 2006
Berawal dari pemikiran Tri Rejeki Andayani, Kartika Sari Dewi, Endah Kumala Dewi, dan beberapa rekan dosen di Psikologi Undip, mengenai pembentukan suatu wadah bagi akademisi Psikologi Undip dalam menyikapi dan berperan aktif dalam penanganan berbagai masalah di Indonesia saat itu, seperti: bencana alam yang bertubi-tubi, kriminalitas, krisis ekonomi, dan kemiskinan, yang membutuhkan antisipasi dan penanganan secara psikologis.
Dimulai dari berkolaborasi dengan Pusat Krisis UI, embrio PPK terlahir dengan program pertamanya Psychological First Aid pada penyintas bencana yang berbasis pemberdayaan keluarga penyintas.

Tahun 2007-2008
Embrio PPK mendapat ligitimasi Fakultas Psikologi Undip sebagai pusat studi pertama di fakultas termuda di Undip setelah kerja keras dari rekan-rekan yang memiliki idealisme sejalan. Arahan sebagai pusat studi yang menjadi ujung tombak Fakultas Psikologi Undip dalam menterjemahkan visinya dalam pengembangan Psikologi berbasis Keluarga, akhirnya membawa embrio PPK melahirkan Pusat Studi Pemberdayaan Keluarga, yang tidak hanya melakukan program pemberdayaan keluarga pada penyintas bencana. PPK mulai bergerak pada kegiatan psikoedukasi bagi keluarga, pendampingan pada orangtua dan guru anak berbakat, dan melakukan pengabdian pada masyarakat .
Family Expo, Workshop Pemberdayaan Keluarga Indonesia, dan pengabdian pada ibu-ibu PKK pedesaan dilakukan sebagai awal dari identifikasi problem dan potensi pada keluarga di Indonesia dan memperkenalkan PPK kepada masyarakat, sebagai bentuk social responsibility institusi.

Tahun 2009-2010
PPK mulai melebarkan sayap pada pemberdayaan keluarga di ranah pendidikan literasi media. PPK bersama Yayasan Pendidikan Media Anak (YPMA) dan UNICEF Indonesia, mencoba menjawab problematika yang dialami generasi muda Indonesia akibat dampak paparan media.
PPK mendapat dukungan bahwa keyakinan pendidikan literasi media seharusnya dilakukan di keluarga dengan membuat keluarga Indonesia melek media dapat menjadi satu alternatif solusi permasalahan tersebut. Pengembangan program-program pemberdayaan keluarga telah menghasilkan modul parenting, modul PFA berbasis keluarga, dan modul pendidikan literasi media bagi caregiver (orangtua dan guru) anak usia dini.

Tahun 2011-saat ini
Saat ini, PPK juga mengembangkan suatu pendekatan yang lebih indigenous, dimana PPK berkeyakinan bahwa setiap komunitas dan budaya pasti memiliki kearifan tersendiri. Kearifan lokal tersebut dapat dijadikan baseline dalam pemetaan solusi berbagai problematika yang terjadi di komunitas tersebut. Keluarga dianggap sebagai agen utama dalam penanaman karakter dan budaya suatu bangsa. Dari dan bagi keluargalah suatu studi, pengembangan model, dan aksi pemberdayaan keluarga dibentuk.
PPK melakukan studi mengenai Relasi orangtua-anak (PCR) yang menggambarkan berbagai potensi kearifan lokal dalam pengasuhan (parenting) dan juga berbagai potensi masalah yang dapat timbul. PCR dilakukan dengan kerjasama antara mahasiswa (sebagai junior researcher), relawan PPK, dengan institusi pendidikan lain (UGM). Publikasi internasional dan workshop mengenai PCR telah dilakukan sejak pertengahan tahun 2011 hingga saat ini.

Kajian Keluarga Indonesia
Divisi Kajian Keluarga Indonesia, merupakan kajian riset terkait : Makna Keluarga, Relasi dalam Keluarga, Identifikasi Harapan dan Solusi pada Keluarga Indonesia.
Kajian ini melakukan riset hingga publikasinya di jurnal nasional dan internasional, proceeding, serta kegiatan pengabdian pada radio dan tabloid.

Pengembangan Program dan Kerjasama
Divisi Pengembangan dan Kerjasama adalah divisi di PPK yang merancang program dan membuka jejaring sekaligus menindaklanjuti kerjasama yang telah ada. Divisi ini melakukan seminar, expo dan workshop mengenai:
a. Psychological First Aid (tahun 2006, 2010)
b. Ekspo Keluarga (tahun 2008)
c. Workshop Pemberdayaan Keluarga (tahun 2010)
d. Workshop Metodologi Indigenous (2011)
e. Workshop Riset Relasi Orangtua-Anak di Indonesia (2012)
f. Pelatihan Pendidikan Literasi Media bagi caregiver Anak Usia Dini (2009, 2010, 2011)

Kajian Peran Keluarga dalam Berbagai Setting Kehidupan
Divisi Kajian Peran Keluarga dalam Berbagai Setting Kehidupan, merupakan kajian riset yang mencoba mengkolaborasikan fungsi keluarga dengan berbagai setting kehidupan seperti: kesehatan, lingkungan kerja dan industri, media, dan sebagainya. Kajian ini melakukan riset hingga publikasinya di jurnal nasional dan internasional, proceeding, serta kegiatan pengabdian pada radio dan tabloid.

Produksi Media Publikasi dan Psikoedukasi
Divisi Produksi Media Publikasi dan Psikoedukasi merupakan divisi yang mempersiapkan, melakukan, dan menyebarluaskan publikasi hasil kajian dan program yang dilakukan oleh PPK. Selain itu, divisi ini bertanggung jawab pada produksi psikoedukasi yang ada. Sejauh ini, telah memproduksi:
a. Leaflet bertema PFA
b. Booklet bertema healthy relationship
c. Booklet bertema parenting untuk anak berbakat
d. Poster dan working paper riset relasi orangtua-anak
e. Modul pendidikan literasi media