Rapat Kerja Fakultas (RKF) Psikologi Undip 2018

Fakultas Psikologi Undip menyelenggarakan Rapat Kerja Fakultas tahun 2018 pada Jumat, 9 November 2018. Rapat Kerja Fakultas dimaksudkan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja yang telah ditargetkan sebagaimana Kontrak dan Perjanjian Kinerja Tahun 2018 antara dekan Fakultas Psikologi dan Rektor Universitas Diponegoro; membuat perencanaan serta pengembangan strategi pencapaian target kinerja pada tahun-tahun berikutnya.
Dr. Hastaning Sakti, M.Kes., Psikolog selaku dekan memberikan paparan mengenai Rencana Kerja Fakultas hingga tahun 2025. Tahun 2025, Fakultas Psikologi diharapkan dapat menunjukkan kiprah internasional. Selain prioritas strategi pengembangan melalui pendirian program pendidikan S2 Magister Sains dan kerjasama Luar Negeri, sertifikasi AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance) juga mulai dipersiapkan dan menjadi target capaian tahun 2021. Pengembangan ke kancah internasional tidak terlepas dari visi yaitu menjadikan fakultas sebagai pusat pendidikan psikologi berbasis riset yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup keluarga. Baik institusi internal Fakultas Psikologi maupun Undip diharapkan mampu menyediakan dukungan yang selaras dengan target-target capaian tersebut. Kegiatan Focus Group Discussion juga dilaksanakan untuk menyusun strategi yang sinergi antar bidang sehingga target capaian dapat terealisasi.
Disamping kegiatan yang dimaksudkan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja fakultas dan perencanaan strategi pengembangan fakultas, rapat kerja juga mengundang Prof. Dr. rer. nat, Heru Susanto, St., MT., MM selaku ketua tim PAK Undip 2018 untuk memaparkan tentang “Strategi Pengembangan Karir Dosen dalam Mendukung Undip Sebagai Universitas Riset”. Pengembangan karir dosen diharapkan dapat diarahkan untuk mendukung Undip dalam persaingan global, yaitu dengan meningkatkan produktivitas publikasi hasil penelitian. Produktivitas publikasi terbukti memiliki keterkaitan yang kuat dengan kondisi ekonomi suatu negara. Selain implikasinya terhadap kenaikan jabatan, hambatan baik yang bersifat internal individu maupun institusi menjadi fokus dalam paparan yang disampaikan.