Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro kembali memperluas jejaring akademik internasional melalui program Undip Global Classroom. Pada kesempatan ini, mata kuliah Psikologi Marginal menghadirkan Dr. Anna Schliehe, peneliti dari Research Group Cultural and Political Geography, University of Trier, Jerman, sebagai dosen tamu dalam kuliah yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Rabu, 27 Mei 2026, pukul 15.00–17.00 WIB.
Dalam kuliah bertajuk “Gender and Sexuality within Marginalised and Institutionalised Contexts”, Dr. Schliehe membahas berbagai isu mengenai pengalaman perempuan dalam konteks institusional dan marjinal, khususnya sistem pemasyarakatan perempuan di beberapa negara seperti Norwegia, Inggris, dan Jerman. Paparan tersebut menyoroti bagaimana relasi kuasa, stigma sosial, trauma, serta dinamika gender memengaruhi pengalaman hidup perempuan yang berhadapan dengan sistem pemenjaraan. Temuan-temuan penelitian yang disampaikan menunjukkan bahwa pengalaman pemenjaraan tidak hanya berdampak pada kebebasan fisik, tetapi juga meninggalkan konsekuensi psikologis jangka panjang, termasuk trauma, kesulitan reintegrasi sosial, dan tantangan dalam proses pemulihan setelah bebas dari penjara.
Materi yang disampaikan memiliki relevansi kuat dengan capaian pembelajaran mata kuliah Psikologi Marginal, khususnya dalam memahami bagaimana proses marginalisasi, eksklusi sosial, stigma, identitas sosial, relasi kuasa, serta ketidaksetaraan struktural memengaruhi kesejahteraan psikologis individu dan kelompok rentan. Melalui perspektif lintas disiplin yang menggabungkan psikologi, geografi sosial, gender studies, dan kriminologi, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengalaman kelompok-kelompok yang sering berada di pinggiran sistem sosial. Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Salah satu mahasiswa Program Magister Psikologi, Maylya Isnaeni, mengajukan pertanyaan mengenai faktor-faktor utama yang menghambat proses pemulihan psikologis perempuan pascapemenjaraan. Pertanyaan tersebut membuka diskusi lebih lanjut mengenai pentingnya pendekatan trauma-informed practice, dukungan sosial, serta kebijakan yang lebih inklusif dalam membantu proses reintegrasi perempuan ke masyarakat.
Program Undip Global Classroom diharapkan terus menjadi wadah yang mempertemukan mahasiswa dan dosen dengan akademisi internasional sehingga tercipta lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berorientasi global.




